ROKAN HILIR – Pembangunan Jembatan Garuda di Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, terus berjalan meski dihadapkan pada tantangan akses distribusi material yang cukup berat.
Pada Minggu (24/5), personel Koramil 0321-06/Tanjung Medan bersama masyarakat kembali melaksanakan pengecoran pondasi jembatan sebagai bagian dari tahapan pembangunan infrastruktur penghubung tersebut.
Kegiatan pembangunan melibatkan satu personel TNI dan delapan warga yang bergotong royong menyelesaikan pekerjaan di lokasi. Hingga saat ini, progres pembangunan Jembatan Garuda tercatat telah mencapai 13 persen.
Danramil 0321-06/Tanjung Medan Kapten Arh Yulisman mengatakan pengerjaan terus dilakukan secara bertahap agar pembangunan jembatan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
“Fokus pekerjaan hari ini adalah pengecoran pondasi. Walaupun akses menuju lokasi cukup sulit, personel dan masyarakat tetap bekerja sama melanjutkan pembangunan,” ujar Yulisman saat dikonfirmasi media ini.
Ia menjelaskan, proses pengerjaan berikutnya akan dilanjutkan dengan perakitan besi angker pada bagian tepi jauh pondasi jembatan.
Dalam pelaksanaannya, tim pembangunan masih menghadapi kendala utama berupa akses menuju lokasi yang hanya dapat ditempuh melalui jalur air menggunakan boat dengan estimasi perjalanan sekitar tiga hingga empat jam.
Tak hanya itu, seluruh distribusi material bangunan juga harus dilakukan melalui jalur sungai sehingga membutuhkan waktu lebih panjang dalam proses pengangkutan.
Pembangunan turut mengalami penyesuaian teknis setelah adanya perubahan pada lubang pondasi tepi jauh berdasarkan arahan teknisi dari Zidam.
Meski demikian Kata Yulisman, seluruh rangkaian kegiatan pembangunan dilaporkan berlangsung aman dan lancar.
Keberadaan Jembatan Garuda nantinya diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ekonomi warga di Kepenghuluan Air Hitam dan wilayah sekitarnya.





