KUANTAN SINGINGI – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Misna Wati menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis di kawasan Pasar Teluk Kuantan pada Kamis pagi 22/8/2024, sekitar pukul 09.00 WIB. Kejadian bermula ketika Misna Wati, bersama anaknya Rida Misra Yeni, tiba di Teluk Kuantan dan berpisah setelah anaknya pergi mengikuti acara Pacu Jalur. Misna Wati kemudian berjalan-jalan di sekitar pasar sambil berbelanja.
Saat berada di depan Toko Nusantara, Misna Wati dihampiri oleh seorang pria tak dikenal yang menanyakan lokasi sebuah pesantren yang tidak diketahui oleh Misna. Dalam percakapan tersebut, datang seorang pria lain yang bertanya kepada pria pertama tentang keperluannya ke pesantren tersebut. Pria pertama menjawab bahwa ia hendak mengantarkan barang, namun menolak untuk menunjukkan barang tersebut di tempat ramai. Pria kedua kemudian menawarkan untuk melihat barang tersebut di dalam mobilnya yang terparkir di depan Toko Dimensi Komputer.
Ketiganya pun berjalan menuju mobil tersebut, di mana pria pertama memperlihatkan sebuah batu delima kepada Misna Wati. Setelah beberapa saat, Misna diarahkan oleh pria tersebut untuk pergi ke masjid dan meninggalkan barang-barang berharganya, seperti yang telah dilakukan oleh pria kedua sebelumnya. Dalam perjalanan ke masjid, Misna sempat merasa ragu dan mencurigai keabsahan cerita kedua pria tersebut.
Setelah kembali dari masjid, Misna mendapati kedua pria beserta mobilnya telah menghilang, dan ternyata barang-barang berharganya telah dibawa lari. Barang-barang yang hilang meliputi satu unit handphone merk Oppo, uang tunai sebesar Rp 4.000.000, emas seberat 36 gram, kwitansi pembelian emas di Toko Amazon, serta surat-surat penting lainnya. Total kerugian yang dialami Misna Wati diperkirakan mencapai Rp 70.000.000.
Misna Wati segera melaporkan kejadian ini ke Polres Kuantan Singingi (Kuansing) untuk diproses lebih lanjut. Polisi kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku penipuan tersebut.





