KUANTAN SINGINGI – Tersangka dalam kasus pembunuhan sadis terhadap istrinya yang berprofesi sebagai guru di Kuantan Singingi (Kuansing), dikabarkan kerap mengamuk saat berada di sel tahanan Polres Kuansing. Karena perilakunya yang semakin tak terkendali, pihak kepolisian memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan di Pekanbaru.
Kapolres Kuansing, AKBP Angga F. Herlambang, menjelaskan bahwa Elvis Ardi (48) telah dikirim ke RSJ Tampan Pekanbaru untuk menjalani observasi selama 14 hari.
Sebelumnya, tersangka menunjukkan perilaku agresif dengan sering berteriak dan mengamuk di dalam tahanan. Sejak awal ditahan, ia telah diborgol sebagai langkah antisipasi agar tidak membahayakan diri sendiri maupun tahanan lain.
Melihat kondisinya yang semakin tidak stabil, kepolisian mengambil langkah cepat dengan membawanya ke RSJ. Informasi yang diperoleh penyidik juga mengungkap bahwa tersangka sudah lama tidak mengonsumsi obat-obatan yang seharusnya dikonsumsinya secara rutin.
“Langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti kondisi kejiwaan tersangka,” ujar AKBP Angga kepada media.
Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan kasus pembunuhan yang menimpa seorang guru bernama Juniwarti (51). Korban ditemukan bersimbah darah di dalam kamarnya pada Senin (24/2/2025) pagi. Saat ditemukan oleh anaknya yang masih duduk di bangku kelas II SMA, Juniwarti masih mengenakan daster merah dan sarung coklat. Luka parah di bagian lehernya mengeluarkan darah segar, menandakan kekerasan brutal yang dialaminya.
Menurut kesaksian seorang tetangga, anak korban berteriak minta tolong saat hujan lebat mengguyur pagi itu. Ia panik melihat ibunya terluka parah dan segera meminta bantuan ke rumah tetangga. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung bergegas menuju rumah korban. Saat ditemukan, Juniwarti sudah tak bernyawa dengan darah yang menggenang di lantai kamar.
Tak lama berselang, pihak kepolisian bersama tenaga medis tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Korban sempat dibawa ke RSUD Teluk Kuantan sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Riau. Setelah proses forensik selesai, jenazah dimakamkan di Pekanbaru pada akhir Februari lalu.(red)





