Camat Sinaboi, Syamsu Kamar, S.Sos Himbau Warga Agar Tidak Membakar Lahan

Camat Sinaboi, Syamsu Kamar, S.Sos

ROKAN HILIR – Menghadapi musim kemarau yang mulai melanda, Camat Sinaboi, Syamsu Kamar, S.Sos, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Sinaboi agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kecamatan Sinaboi untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Hal ini demi menjaga lingkungan serta mencegah kerugian yang lebih besar akibat kebakaran,” tegas Camat Syamsu Kamar, Kamis (17/7/2025).

Ia menekankan bahwa saat ini cuaca panas dan kering mulai meningkat intensitasnya, sehingga potensi Karhutla semakin besar, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki lahan gambut dan semak belukar kering.

Lebih lanjut, Camat Sinaboi mengingatkan bahwa praktik pembakaran lahan merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak menganggap sepele bahaya kebakaran.

Pemerintah Kecamatan Sinaboi, kata Syamsu, akan terus berkoordinasi dengan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya dalam memantau situasi di lapangan, serta melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan secara dini.

“Mari kita jaga bersama-sama hutan dan lingkungan kita. Karena jika terjadi Karhutla, dampaknya akan dirasakan oleh semua pihak, baik kesehatan, perekonomian, hingga kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

 

Camat juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau titik api di sekitar wilayah masing-masing.

Tak hanya itu, Camat juga menginstruksikan kepada seluruh penghulu dan lurah di Kecamatan Sinaboi untuk senantiasa siaga dan menyiapkan peralatan pencegahan Karhutla, seperti mesin semprot air, selang, dan alat pendukung lainnya di tingkat kepenghuluan.

“Kepenghuluan dan kelurahan juga kami minta siaga. Minimal ada alat dasar untuk pencegahan dini, agar jika muncul titik api, bisa langsung ditangani sebelum meluas,” pungkasnya.

 

Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat mencegah terjadinya bencana Karhutla yang setiap tahun menghantui wilayah Riau saat musim kemarau tiba. (Riki)

Pos terkait