INDRAGIRI HULU – Sebuah rumah di Kampung Dagang, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, diduga dijadikan lokasi penyimpanan atau penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.
Dugaan itu mencuat setelah ditemukan belasan hingga puluhan baby tank yang diduga berisi solar, serta sebuah mobil tangki yang terparkir di lokasi.
Berdasarkan pantauan sejumlah wartawan di lapangan pada Sabtu (1/8/2026), puluhan baby tank tampak tersusun di area rumah tersebut. Di lokasi yang sama juga terlihat sebuah mobil tangki berwarna biru-putih dengan nomor polisi BM 8644 TV. Pada badan kendaraan itu terdapat tulisan PT WAE.
Keberadaan puluhan wadah penampung BBM beserta kendaraan tangki tersebut memunculkan pertanyaan mengenai legalitas aktivitas penyimpanan yang dilakukan di lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui apakah kegiatan tersebut telah mengantongi izin usaha penyimpanan maupun izin niaga BBM sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku aktivitas di lokasi tersebut telah berlangsung cukup lama. Ia menyebut kendaraan yang diduga membawa solar dari sejumlah SPBU di sekitar Rengat hampir setiap hari keluar masuk ke rumah tersebut.
“Hampir setiap hari mobil-mobil pelangsir dari SPBU sekitar Rengat keluar masuk ke lokasi itu. Setahu kami, pemilik BBM tersebut bernama Rafli yang tinggal di Pekanbaru,” ujar narasumber, Sabtu (1/8/2026).
Keterangan tersebut masih merupakan informasi dari narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen. Dugaan tersebut memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum maupun instansi berwenang.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pria yang mengaku bernama Rafli membenarkan bahwa BBM yang berada di lokasi tersebut merupakan miliknya.
“Benar, Bang, itu milik saya” kata Rafli singkat kepada wartawan.
Meski mengakui kepemilikan BBM tersebut, Rafli belum memberikan penjelasan terkait asal-usul BBM, jumlah solar yang disimpan, tujuan penyimpanan, maupun legalitas usaha dan izin yang dimiliki atas aktivitas tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan BBM dalam jumlah besar itu hanya berjarak beberapa kilometer dari Markas Polres Indragiri Hulu.
Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap distribusi serta penyimpanan BBM bersubsidi di wilayah Kecamatan Rengat.
Di tengah masih adanya keluhan masyarakat di sejumlah daerah terkait sulitnya memperoleh solar bersubsidi, dugaan pengumpulan BBM dalam jumlah besar ini dinilai perlu segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait. Penyelidikan diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan distribusi maupun penyimpanan BBM bersubsidi, sehingga hak masyarakat yang berhak menerima subsidi tetap terlindungi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai dugaan aktivitas penyimpanan BBM tersebut.






