Koramil Tanjung Medan Hadiri Pembentukan MPA di Siarang-Arang

Perwakilan Koramil 0321-06/Tanjung Medan menghadiri kegiatan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di balai pertemuan Kepenghuluan Siarang-Arang, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir. (Istimewa)

ROKAN HILIR – Perwakilan Koramil 0321-06/Tanjung Medan menghadiri kegiatan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kepenghuluan Siarang-Arang, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Jumat (10/4).

Komandan Koramil (Danramil) 0321-06/Tanjung Medan Yulisman melalui perwakilannya Serka J. Simanjuntak mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran lahan dan hutan (karhutla).

Kegiatan pembentukan MPA yang berlangsung di balai pertemuan Kepenghuluan Siarang-Arang itu dihadiri sejumlah unsur pemerintahan desa dan masyarakat setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danpos Pujud, Sekretaris Desa Kepenghuluan Siarang-Arang, Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BP Kep), para Ketua RT/RW, Kepala Dusun (Kadus), serta perwakilan masyarakat.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Ketua RT, RW, dan Kepala Dusun akan menjadi bagian dari anggota MPA sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan kebakaran lahan di wilayah Kepenghuluan Siarang-Arang.

Selain itu, Ketua RT diminta melakukan pendataan terhadap seluruh pemilik lahan yang berpotensi rawan kebakaran di wilayah masing-masing guna memudahkan koordinasi apabila terjadi kebakaran lahan.

Bacaan Lainnya

Apabila terjadi kebakaran lahan di salah satu wilayah RT, maka Ketua RT lainnya akan membantu secara bergiliran dalam proses pemadaman kebakaran di wilayah Kepenghuluan Siarang-Arang.

Danramil 0321-06/Tanjung Medan Kapten Arh Yulisman menyampaikan bahwa pembentukan MPA merupakan langkah strategis dalam memperkuat pencegahan karhutla di tingkat masyarakat.

“Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) ini merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga wilayahnya masing-masing dari potensi kebakaran,” ujar Kapten Arh Yulisman.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan yang dapat merugikan masyarakat dan merusak lingkungan.

“Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Dengan terbentuknya MPA, diharapkan warga dapat lebih sigap dalam mendeteksi serta menangani potensi kebakaran sejak dini,” tambahnya.

Pos terkait