Pagar Jembatan Pedamaran II Hilang Digondol Maling, Warga Khawatir Keselamatan

Lingkaran merah memperlihatkan salah pagar jembatan Pedamaran II yang hilang (Photo : Riki)

ROKAN HILIR – Pagar pengaman pada Jembatan Pedamaran II, Kabupaten Rokan Hilir, diduga digondol pencuri. Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat lantaran berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas setiap harinya.

 

Pantauan di lapangan memperlihatkan beberapa segmen pagar jembatan hilang. Padahal, pagar tersebut memiliki fungsi krusial sebagai pelindung pengendara dari risiko kecelakaan terlebih lagi di bawah jembatan mengalir Sungai Rokan yang dikenal dalam dan menjadi habitat buaya muara.

Tidak hanya aspek keselamatan, Jembatan Pedamaran merupakan simbol kemajuan dan identitas Kabupaten Rokan Hilir. Keindahannya sering dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan sebagai tempat beristirahat dan berfoto, menjadikannya ikon kebanggaan daerah.

 

Pembangunan Jembatan Pedamaran I dan II dibangun pada masa Bupati Anas Maamun. Mulai dikerjakan pada tahun 2006 dan rampung pada tahun 2012. Untuk panjang Jembatan Pedamaran I yaitu 1.020 meter, Sementara Jembatan Pedamaran II memiliki panjang sekitar 1.200 meter.

Konstruksi ini resmi diresmikan oleh Bupati Rokan Hilir, H. Suyatno, pada tanggal 20 Juni 2016 lalu, disaksikan langsung oleh Gubernur Riau.

 

Sejumlah warga menyampaikan keprihatinan mendalam,.“Kalau tidak ada pagar, tentu sangat berbahaya. Apalagi di jembatan ini banyak dilalui kendaraan besar dan pengendara sepeda motor,” ungkap seorang warga pada Senin (25/8/2025).

 

Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan pihak berwenang agar memperbaiki pagar pengaman sesegera mungkin, Meningkatkan pengawasan dan sistem keamanan di sekitar jembatan serta mengusut tuntas dugaan pencurian agar tidak terulang di kemudian hari.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait hilangnya pagar Jembatan Pedamaran II. Warga berharap masalah ini segera diselesaikan demi menjaga keselamatan publik, keindahan ikon daerah, dan kelancaran transportasi lintas kawasan. (Riki)

Pos terkait