ROKAN HILIR – Biro Kaderisasi PMII Cabang Rokan Hilir mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kecamatan Pujud dalam merespons kondisi jalan lintas yang mengalami kerusakan dan menimbulkan dampak bagi masyarakat di sejumlah kepenghuluan.
Kabiro Kaderisasi PMII Rokan Hilir, Nasri Hamdani, mengatakan inisiatif yang dilakukan Camat Pujud dalam membangun kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut merupakan langkah positif untuk mempercepat penanganan persoalan infrastruktur jalan.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah kecamatan dan pihak perusahaan menunjukkan komitmen bersama dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait akses transportasi dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kami mengapresiasi langkah dan kebijakan yang diambil Camat Pujud dalam merespons kondisi jalan yang rusak. Kolaborasi yang dibangun dengan perusahaan-perusahaan di wilayah ini merupakan terobosan yang patut didukung karena bertujuan untuk kepentingan masyarakat,” kata Nasri Hamdani saat diwawancara HitamPutih News Minggu, (14/6/2026).
Ia menyebut pihaknya telah meninjau langsung kondisi jalan lintas di Kecamatan Pujud dan menemukan bahwa kerusakan jalan serta debu yang ditimbulkan saat musim kemarau menjadi keluhan utama masyarakat.
Menurutnya, sedikitnya tiga wilayah yang terdampak cukup serius akibat debu dari aktivitas kendaraan yang melintas, yakni Dusun Usaha Baru di Kepenghuluan Siarang-arang, Kepenghuluan Babussalam Rokan, dan Desa Teluk Nayang.
“Pada musim kemarau, masyarakat yang berada di sepanjang jalan lintas ini harus menghadapi debu yang cukup parah. Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Nasri menilai upaya perbaikan jalan perlu menjadi perhatian bersama karena jalur tersebut merupakan salah satu akses penting yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Pujud.
Sementara itu, Camat Pujud, M. Nasri, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai perusahaan untuk membantu penanganan kerusakan jalan lintas yang menjadi akses utama masyarakat.
Ia menjelaskan, sebelumnya telah dilakukan pertemuan bersama Wakil Bupati Rokan Hilir dan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Pujud guna membahas partisipasi perusahaan dalam membantu penyediaan material batu petrun untuk menutup ruas jalan yang berlubang.
“Berdasarkan hasil kesepakatan dengan beberapa perusahaan beberapa waktu lalu bersama Bapak Wakil Bupati di Bagansiapiapi, perusahaan diminta berpartisipasi memberikan bantuan batu petrun untuk menutupi jalan yang berlubang. Dari sekitar 30 perusahaan yang ada, baru sebagian yang memberikan bantuan, namun kami terus memohon agar perusahaan lainnya turut berpartisipasi sehingga kondisi jalan tidak semakin parah,” katanya.
Menurut dia, jalan lintas Pujud memiliki peran strategis sebagai jalur utama yang menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah.
“Jalan lintas Pujud merupakan salah satu urat nadi perekonomian masyarakat. Apabila kondisi jalan semakin baik, maka mobilitas warga, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi masyarakat juga akan berjalan lebih lancar,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Riau dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan tersebut mengingat status jalan lintas itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
“Kami berharap pemerintah provinsi dapat memperhatikan kondisi jalan lintas ini karena merupakan jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar penanganan jalan dapat dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan,” kata Nasri.
Masyarakat berharap sinergi antara pemerintah kecamatan, perusahaan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga upaya perbaikan jalan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.





