BAGANSIAPIAPI – Keberadaan tiang yang tampak miring dengan kondisi kabel semrawut di Jalan Merdeka, Kelurahan Bagan Kota, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, akhirnya terungkap. Tiang tersebut diketahui merupakan milik PT Telkom Indonesia, bukan tiang listrik sebagaimana sempat diduga sebagian warga.
Tiang miring yang berada di depan Kantor Faslink dan tepat di sisi Kantor Dekranasda Kabupaten Rokan Hilir itu sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena posisinya condong ke arah badan jalan, disertai kabel-kabel jaringan yang menggantung rendah dan terlihat tidak tertata.
Penjelasan terkait kepemilikan tiang tersebut diungkapkan oleh salah seorang pegawai PLN Bagansiapiapi. Ia menegaskan bahwa tiang yang dimaksud bukan merupakan aset PLN.
“Itu bukan tiang PLN, melainkan tiang milik Telkom,” ungkap salah seorang pegawai PLN Bagansiapiapi kepada media ini.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kabel-kabel yang menempel pada tiang tersebut merupakan jaringan telekomunikasi dan internet. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.
Jalan Merdeka sendiri merupakan salah satu ruas utama di pusat Kota Bagansiapiapi yang setiap hari dipadati aktivitas masyarakat, baik perkantoran maupun kegiatan ekonomi.
Keberadaan tiang miring di kawasan strategis tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terlebih letaknya berdekatan dengan kantor pemerintahan.
“Awalnya kami mengira itu tiang listrik karena kabelnya banyak dan terlihat semrawut. Setelah tahu itu tiang Telkom, harapannya tetap segera diperbaiki,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Warga berharap pihak Telkom maupun instansi terkait dapat segera melakukan pengecekan dan penanganan terhadap kondisi tiang tersebut. Penataan kabel serta perbaikan posisi tiang dinilai penting guna mencegah potensi kecelakaan dan menjaga keselamatan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya upaya perbaikan di lokasi. Aktivitas lalu lintas di Jalan Merdeka tetap berlangsung normal, sementara tiang miring tersebut masih berdiri dengan kabel-kabel yang menggantung, menunggu perhatian serius dari pihak yang berwenang.





