Teluk Kuantan — Satu lagi aset milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuantan Singingi kembali menjadi sorotan. Rumah susun (rusun) yang berlokasi di Desa Beringin, Kecamatan Kuantan Tengah, kini terbengkalai dan berubah wajah menjadi bangunan angker yang menyeramkan.
Bangunan bertingkat tersebut awalnya dibangun oleh pemerintah pusat dengan harapan menjadi solusi hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Namun sejak resmi diserahkan kepada Pemda Kuansing sekitar setahun yang lalu, rusun itu tak pernah benar-benar dimanfaatkan. Tidak ada aktivitas perawatan, tidak ada penghuni, dan tak ada kejelasan fungsi.
“Apa gunanya aset ini diserahkan kepada Pemda Kuansing, setelah diserahkan justru Pemda Kuansing tidak bisa memanfaatkannya, seharusnya rusun tersebut bisa dihuni oleh masyarakat Kuansing yang belum punya rumah, berarti pemimpin Kuansing saat ini tidak bisa mengelola daerah ini?” Ujar Boneng dengan nada kesal.
Kondisi rusun saat ini memprihatinkan. Rumput-rumput liar dan semak belukar mulai merambat hingga ke bagian tangga dan balkon menambah nuansa horor pada bangunan tersebut.
Warga sekitar mengaku enggan mendekat, terutama pada malam hari, karena kesan menyeramkan dari bangunan yang dibiarkan kosong begitu lama.
“Dulu sempat kami kira akan ramai, bisa membantu warga yang belum punya rumah. Tapi sekarang malah jadi tempat yang menakutkan” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini menambah daftar panjang aset milik Pemda Kuansing yang gagal dikelola dengan baik. Minimnya perhatian, tidak adanya program tindak lanjut, serta lemahnya koordinasi antarinstansi dituding sebagai faktor utama mengapa aset-aset seperti rusun ini berujung sia-sia.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemda Kuansing terkait alasan keterbengkalaiannya rusun tersebut, maupun rencana pemanfaatannya di masa depan.
Masyarakat pun mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah konkret agar aset bernilai miliaran rupiah itu tidak terus menjadi beban daerah, apalagi menjelma menjadi simbol kegagalan dalam pengelolaan aset publik.
“Disaat Kabupaten Kuantan Singingi sedang mengalami defisit anggaran, Pemda Kuansing justru tak bisa memanfaatkan asetnya untuk bisa dijadikan PAD” tutur Boneng warga setempat kepada Hitam Putih News. (Adr)





