Teheran, Iran – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan rudal hipersonik Fattah-1 ke arah Israel pada Rabu (18/6/2025) dini hari waktu setempat. Serangan ini menandai penggunaan pertama rudal jenis tersebut dalam konflik terbuka antara kedua negara.
Media pemerintah Iran, Tasnim News Agency, mengonfirmasi keterlibatan rudal Fattah-1 dalam serangan yang disebut-sebut mampu menembus sistem pertahanan canggih milik Israel. Rudal hipersonik tersebut diklaim dapat melaju hingga 15 kali kecepatan suara dan memiliki kemampuan manuver tinggi untuk menghindari intersepsi.
Jarak antara Teheran dan Tel Aviv yang mencapai sekitar 1.700 kilometer diklaim mampu ditempuh rudal tersebut hanya dalam 400 detik, atau sekitar enam menit.
Sebuah spanduk besar di Ibu Kota Teheran bahkan terpampang dengan tulisan mencolok: “400 detik menuju Tel Aviv” saat peluncuran dilakukan.
Meski demikian, militer Israel menyatakan berhasil mencegat sebagian besar rudal yang masuk wilayah udaranya. Media lokal The Times of Israel melaporkan, insiden kebakaran terjadi di kawasan Israel tengah akibat jatuhnya puing-puing dari rudal yang dicegat, bukan dari serangan langsung. Sedikitnya 20 mobil dilaporkan hangus terbakar dalam insiden tersebut.
Pihak Iran menuding Israel sengaja membatasi informasi dan pemberitaan terkait kerusakan sebenarnya di lapangan. Teheran meyakini langkah itu diambil untuk menutupi kerentanan sistem pertahanan Israel terhadap rudal hipersonik.
Serangan ini meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih luas di kawasan, di tengah tensi politik dan militer yang terus memburuk antara Iran dan Israel.
(Sumber: tasnimnews.com)





