Kader PMII Rohil Berikan Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Gadget di SMAN 2 Bangko

ROKAN HILIR – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rokan Hilir, Junaidi Dasrul, memberikan penyuluhan bertema “Bahaya Penyalahgunaan Gadget” kepada siswa-siswi baru SMAN 2 Bangko Bagan Hulu dalam kegiatan diPasa (Junaidi Menyapa Siswa), Rabu (10/7/2025).

 

Junaidi yang juga Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bangko sekaligus alumni SMAN 2 Bangko ini menyampaikan bahwa kecanduan gadget merupakan persoalan serius yang kini menghantui generasi muda. Ia menyebut bahwa ketergantungan terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan laptop berdampak buruk pada aspek fisik, mental, dan sosial pelajar.

 

“Sayangnya, banyak orang tua yang belum menyadari dampak buruk penggunaan gadget yang berlebihan. Padahal hal ini bisa menyebabkan gangguan tidur, penurunan prestasi akademik, hingga masalah sosial dan emosional,” ujar Junaidi.

Mengutip data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Junaidi mengungkapkan bahwa lebih dari 71,3% anak usia sekolah di Indonesia telah memiliki gadget dan menggunakannya dalam waktu yang cukup panjang setiap harinya.

Bacaan Lainnya

 

Sebagai aktivis dakwah dan Kepala Bidang Dakwah di PMII Rokan Hilir, Junaidi menyampaikan kegelisahannya atas maraknya fenomena kecanduan digital. Penyuluhan ini, menurutnya, adalah bagian dari komitmen PMII dalam mencerdaskan dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman teknologi yang disalahgunakan.

Dampak Kecanduan Gadget, Menurut Junaidi Dasrul:

1. Dampak Fisik:

Masalah penglihatan, mata lelah, hingga sakit kepala. Gangguan tidur akibat penggunaan sebelum tidur. Obesitas karena kurangnya aktivitas fisik.

 

2. Dampak Psikologis:

Risiko depresi dan rendahnya rasa percaya diri. Kecemasan saat tidak mengakses gadget. Gangguan fokus dan gejala ADHD.

 

3. Dampak Sosial:

Isolasi sosial dan minimnya interaksi dengan lingkungan. Komunikasi yang buruk dan hubungan yang renggang dengan keluarga dan teman.

“Gadget seharusnya menjadi alat bantu, bukan menggantikan interaksi sosial dan pendidikan karakter anak. Orang tua harus aktif mengontrol dan membimbing penggunaan teknologi anak-anaknya,” tegas Junaidi.

 

Ia juga berharap, melalui kegiatan ini, para pelajar dapat lebih bijak dalam menggunakan gadget dan memahami risiko penyalahgunaannya.

 

“Terima kasih kepada keluarga besar SMAN 2 Bangko Bagan Hulu atas kesempatannya. Semoga materi ini menjadi bekal bagi adik-adik agar tetap fokus belajar dan tidak terjerumus dalam kecanduan digital,” pungkasnya.

 

Pos terkait