Teluk Kuantan, Selasa (24/09) – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa Megathrust, Lapas Teluk Kuantan melalui perwakilan Kasi Adm. Kamtib, Nepri Mutasni, dan Ka. KPLP, Ridho Hakim, melakukan koordinasi penting dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuantan Singingi.
Langkah antisipatif ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor: PAS-33.OT.02.02 Tahun 2024 tentang Langkah-Langkah Strategis Pengamanan dalam Mengantisipasi Potensi Gempa di Zona Megathrust.
Surat tersebut dikeluarkan sebagai respon terhadap peringatan yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat, yang memetakan wilayah Selat Sunda serta Mentawai-Siberut sebagai daerah berpotensi terdampak gempa besar.
Kunjungan dari pihak Lapas Teluk Kuantan ini diterima langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kuansing, Desri. Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah langkah penting yang perlu diambil untuk memastikan kesiapan Lapas dalam menghadapi situasi bencana.
Salah satu fokus utama adalah pelaksanaan simulasi kebencanaan, khususnya untuk mengantisipasi dampak gempa yang berpotensi mengancam wilayah sekitar.
Simulasi ini dinilai penting mengingat Lapas Teluk Kuantan merupakan salah satu fasilitas yang rentan terdampak bencana, terutama dengan kepadatan penghuni dan kompleksitas manajemen keamanan. Dengan melakukan simulasi, diharapkan seluruh elemen di lapas, mulai dari petugas hingga warga binaan, memiliki kesiapan yang optimal dalam menghadapi kondisi darurat, sehingga risiko cedera, kerusakan, dan potensi kerusuhan dapat diminimalisir.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kuansing, Desri, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, terutama dalam meminimalisir dampak bencana alam. Ia juga menambahkan bahwa BPBD Kuansing siap mendukung penuh simulasi yang akan dilaksanakan, serta menyediakan panduan teknis terkait prosedur evakuasi dan penanganan darurat.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran terhadap risiko gempa di wilayah megathrust, Lapas Teluk Kuantan berharap dapat menjadi contoh bagi institusi lain di Kuantan Singingi dalam hal persiapan menghadapi bencana. Melalui langkah-langkah preventif yang strategis, keselamatan warga binaan dan petugas lapas dapat terjaga dengan baik, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang tanggap dan sigap terhadap bencana.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari rencana jangka panjang dalam menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah yang rentan bencana.





