KUANTAN SINGINGI – Ada pemandangan menarik dalam sebuah pesta pernikahan di Desa Koto Rajo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Senin (06/04/2026). Di tengah suasana suka cita tamu undangan, jajaran Polsek Kuantan Hilir hadir bukan sekadar untuk bersilaturahmi, melainkan membawa misi pelestarian lingkungan.
Kapolsek Kuantan Hilir, Iptu Edi Winoto, S.H., M.H., secara simbolis menyerahkan bantuan bibit pohon kepada tuan rumah dan pasangan pengantin. Inisiatif unik ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus mendukung program penghijauan nasional.
Simbol Kehidupan untuk Generasi Mendatang
Dalam kegiatan tersebut, jenis bibit yang diberikan adalah Pohon Matoa. Pemilihan bibit pohon buah ini bukan tanpa alasan; selain sebagai peneduh, pohon matoa diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga di masa depan.
“Bibit pohon ini adalah simbol ‘pohon kehidupan’. Selaras dengan filosofi Bapak Kapolda Riau, tunas yang kita tanam hari ini akan memberikan pencerahan dan manfaat besar bagi bumi saat tumbuh besar nanti,” ujar Iptu Edi Winoto.
Pendekatan Humanis Polri
Turut mendampingi Kapolsek dalam kegiatan ini, Kanit Binmas Ipda Iswadi beserta jajaran personel Polsek Kuantan Hilir. Kehadiran aparat kepolisian di tengah hajatan warga ini menjadi bukti nyata penerapan Polri yang humanis.
Setidaknya ada lima poin utama yang menjadi tujuan kegiatan ini:
* Penghijauan: Menciptakan lingkungan yang asri dan sehat.
* Filosofi Kehidupan: Menanamkan harapan lewat tunas pohon.
* Kemitraan: Mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan warga.
* Edukasi Ekologis: Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga alam dan mencegah bencana seperti banjir atau erosi.
* Manfaat Ekonomi: Memberikan nilai tambah bagi warga melalui hasil tanaman.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB ini berlangsung dengan hangat dan mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Masyarakat merasa teredukasi bahwa menjaga alam bisa dimulai dari momen-momen keluarga seperti pernikahan.
Hingga berakhirnya kegiatan pada pukul 12.30 WIB, situasi di lokasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Langkah kecil dari Desa Koto Rajo ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam menjaga kelestarian bumi lancang kuning.





