KUANTAN SINGINGI – Beredar rekaman video live streaming tiktok Anggota DPRD Kuantan Singingi (Kuansing) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Aldiko Putra yang diduga sedang membeberkan polemik internal partainya terkait uang santunan untuk almarhum Edrizal.
Aldiko menyebutkan jika Perseteruan ini bermula dari uang santunan sebesar Rp 50 juta yang Aldiko titipkan kepada Musliadi untuk disalurkan kepada keluarga Edrizal (alm) mantan anggota DPRD Kuansing dari partai PKB yang saat itu sedang terbaring sakit.
Aldiko menyebutkan bahwa uang tersebut tidak langsung sampai ke tangan keluarga almarhum, ia menyebutkan bahwa setelah hal itu diributkan barulah kemudian uang tersebut diberikan kepada keluarga almarhum Edrizal.
Hal senada juga diucapkan oleh salah seorang anak Almarhum Erdizal yang tidak mau disebutkan namanya, anak almarhum menyebutkan jika pihak partai PKB baru berupaya melakukan transfer uang kepada keluarga almarhum setelah Aldiko putra meributkan hal tersebut.
“Ya uang tersebut baru ditransfer kepada kami oleh pihak partai setelah Aldiko Putra meributkan hal tersebut, tepatnya setelah Aldiko dilantik” ucap salah seorang anak almarhum kepada wartawan.
Sementara itu, pihak Aldiko Putra menyebutkan jika pihaknya telah memberikan uang sebesar 100 juta rupiah kepada partai PKB Kuansing melalui ketua partai.
Selain uang santunan, Aldiko juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk membesarkan partai sebelum dilantik menjadi anggota DPRD Kuansing.
Dari 100 juta itu, disebutkan bahwa uang sebesar 50 juta rupiah akan diberikan untuk pengobatan Erdizal yang pada saat itu dalam kondisi terbaring sakit.
“Saat itu Almarhum Erdizal terbaring sakit, dan keluarga almarhum menyebutkan bahwa pihaknya berfokus untuk pengobatan Almarhum Erdizal, namun duit yang kami berikan untuk pengobatan Erdizal kepada partai tak kunjung diberikan kepada Erdizal yang sedang sakit, hingga Aldiko Putra dilantik barulah uang tersebut diberikan kepada Keluarga Almarhum, apa gunanya lagi, kami memberikan uang itu untuk biaya berobat almarhum ketika ia terbaring sakit, namun pihak partai baru memberikan uang itu setelah Aldiko dilantik dan Almarhum telah dipanggil sang pencipta” ucap salah seorang keluarga Aldiko Putra.
Kasus ini menunjukkan dugaan adanya praktik politik tidak sehat di tingkat lokal, di mana uang duka yang seharusnya menjadi simbol kepedulian justru menjadi alat yang merugikan.
Rekaman video Aldiko Putra menyoroti hal tersebut kini beredar luas di media sosial. Ketua PKB Kuansing Musliadi saat dikonfirmasi mengenai pernyataan Aldiko tersebut melalui pesan WhatsApp tidak memberikan tanggapan, kendati pesan yang dikirim sudah centang dua.(Adr)





