ROKAN HILIR – Seorang pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bagan Siapiapi, Purnomo, mengakui keberadaannya di Tempat Hiburan Malam (THM) KING Karaoke, Jalan Utama I, Komplek BMH, Kelurahan Bagan Barat, Bagansiapiapi, pada Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Keberadaan Purnomo di lokasi tersebut sebelumnya menjadi perhatian. Setelah sebuah mobil Pajero Sport warna hitam yang diduga miliknya terlihat terparkir di depan THM tersebut. Temuan itu mendorong sejumlah mahasiswa melakukan penelusuran lapangan.
Pengakuan tersebut disampaikan Purnomo saat ditemui mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Masyarakat (GPM) Kabupaten Rokan Hilir di Kantor KSOP Bagan Siapiapi, Senin (2/2/2026) sore.
Di hadapan mahasiswa, Purnomo menyatakan bahwa kehadirannya di THM bukan untuk hiburan, melainkan untuk membahas urusan ekspor dan impor kapal dari Malaysia ke Bagansiapiapi. Ia juga mengklaim bahwa pengurusan administrasi dan surat-menyurat terkait aktivitas tersebut kerap dilakukan di lokasi yang sama.
“Kami membahas urusan ekspor-impor kapal, dan biasanya memang mengurus administrasi di sana,” kata Purnomo kepada sejumlah Mahasiswa yang tergabung pada Gerakan Pemuda dan Masyarakat Kabupaten Rokan Hilir.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kepatutan dan prosedur kerja aparatur negara, mengingat pembahasan urusan kepelabuhanan dilakukan di tempat hiburan malam pada waktu tengah malam, bukan di kantor atau ruang kerja resmi.
Ketua GPM Kabupaten Rokan Hilir, Fani Pratama, menilai alasan yang disampaikan Purnomo tidak sejalan dengan prinsip etik dan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Sulit dipahami jika urusan ekspor-impor kapal dibahas di dalam room karaoke pada tengah malam. Ini bukan semata soal lokasi, tetapi menyangkut etika dan marwah institusi,” ujar Fani kepada media ini Kamis, (5/2/2026)
Menurut Fani, pernyataan Purnomo bahkan dapat ditafsirkan seolah-olah tempat hiburan malam dijadikan lokasi pelayanan administrasi kepelabuhanan, sesuatu yang dinilai tidak lazim dalam tata kelola birokrasi.
GPM Rokan Hilir mendesak Kementerian Perhubungan dan instansi terkait untuk melakukan klarifikasi serta pemeriksaan internal terhadap yang bersangkutan, guna memastikan tidak adanya pelanggaran disiplin maupun penyalahgunaan kewenangan.
“Jika tidak ditangani secara serius, ini berpotensi menjadi preseden buruk bagi tata kelola birokrasi dan pelayanan publik,” kata Fani.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran media ini, Purnomo disebut kerap mengunjungi THM KING Karaoke. Sumber tersebut juga menyebut ia beberapa kali datang bersama perempuan yang diduga bukan istrinya.
“Memang sering Pak Purnomo ke KING. Biasanya bersama seorang perempuan, namanya Ve kalau tidak salah,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.a





