Teluk Kuantan — Nasib Rumah Susun (Rusun) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Desa Beringin, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, kini menjadi sorotan publik. Bangunan yang seharusnya menjadi solusi hunian layak bagi warga kurang mampu itu justru terbengkalai dan dijarah maling.
Kondisi rusun yang berdiri megah tiga lantai tersebut kini memprihatinkan. Sejumlah kabel instalasi listrik yang terpasang di gedung dilaporkan habis dipotong dan dijarah. Tak hanya itu, sebuah mesin pompa air berskala besar yang diperkirakan bernilai sekitar Rp40 juta juga ikut raib.
Rusun ini sebelumnya dibangun oleh Pemerintah Provinsi Riau dan telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Pemkab Kuansing) untuk dikelola dan dimanfaatkan. Namun sejak penyerahan tersebut, bangunan ini tidak kunjung difungsikan sebagaimana mestinya.
Akibatnya, aset negara yang seharusnya dijaga dan digunakan untuk membantu masyarakat justru dibiarkan tanpa pengawasan yang memadai.
Situasi ini membuka peluang terjadinya pencurian fasilitas dan kerusakan yang semakin parah dari waktu ke waktu.
Sejumlah pihak menilai kebijakan Pemkab Kuansing, khususnya di bawah kepemimpinan Bupati saat ini, menjadi pemicu utama terbengkalainya rusun tersebut.
Alih-alih menjadi tempat tinggal yang nyaman dan terjangkau bagi warga berpenghasilan rendah, rusun Beringin kini berubah menjadi bangunan kosong yang menyedihkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Kuansing terkait langkah penyelamatan dan pemanfaatan aset tersebut.
Masyarakat pun mendesak agar pemerintah segera bertindak sebelum kerusakan semakin meluas dan nilai aset negara benar-benar musnah tanpa manfaat.
Untuk melihat kondisi Rumah Susun Tersebut Secara Utuh Klik Disini





