Matius Fakhiri: MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan Kesejahteraan Petani Papua

Gubernur Papua, Matius Fakhiri. (Istimewa)

JAYAPURA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani, peternak, dan pelaku usaha pangan di Papua.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan produk pangan lokal sebagai pemasok utama kebutuhan program MBG di wilayah tersebut.

“Setelah terbangun semua, ambil produksi lokal. Tidak ada kamu datangkan dari luar lagi. Ambil dari petani saya, ambil di tiap kabupaten,” kata Fakhiri saat peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Pakan Garuda Bumi Papua di Kabupaten Keerom.

Menurut dia, tingginya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan MBG merupakan peluang besar bagi masyarakat Papua untuk meningkatkan produksi pertanian dan peternakan sekaligus memperluas akses pasar bagi hasil usaha mereka.

Ia menjelaskan pemerintah daerah berupaya menghubungkan sektor pertanian dengan kebutuhan riil pasar melalui pelaksanaan program MBG, sehingga hasil produksi masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan.

Melalui skema tersebut, petani dan peternak di berbagai kabupaten di Papua diharapkan memperoleh manfaat ekonomi secara langsung dari pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat tersebut.

Bacaan Lainnya

Fakhiri mengatakan pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan kapasitas produksi pertanian dan peternakan guna memastikan kebutuhan pangan program MBG dapat dipenuhi oleh hasil produksi lokal.

“Saya akan pastikan melarang semua itu ambil dari luar sehingga petani kita mendapat kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.

Selain meningkatkan produksi pangan, Pemerintah Provinsi Papua juga memperkuat sektor hilirisasi melalui berbagai program, antara lain cetak sawah, pembangunan pabrik pakan, serta pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Menurut Fakhiri, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan di Papua.

Ia menilai semakin besar keterlibatan petani dan peternak lokal dalam rantai pasok MBG, maka semakin besar pula dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat, mulai dari peningkatan pendapatan hingga bertambahnya aktivitas ekonomi di daerah.

“Dengan setiap keluarga yang tumbuh ekonominya, saya yakin Papua akan sejahtera,” katanya.

Pemerintah Papua optimistis sinergi antara program MBG dan pengembangan sektor pertanian mampu memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal.

Program MBG diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Papua.

Pos terkait