TELUK KUANTAN – Pelaksanaan event nasional Pacu Jalur 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, tinggal menghitung hari. Ajang kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi itu akan digelar pada 20–24 Agustus 2025.
Namun, jelang pesta akbar tersebut, muncul sejumlah kritik dari netizen terkait kebijakan pemerintah mengenai penempatan lapak para pedagang.
Di media sosial TikTok, akun @vivinyulia mempertanyakan kebijakan tersebut. “Kalau nyantai di taman nak jajan gimana tu” tulisnya.
Senada, akun @Jingga jingga juga menilai suasana keramaian akan kurang seru tanpa kehadiran pedagang makanan.
“Tempat ramai tanpa pedagang makanan, gak seru. Jalan-jalan itu identik dengan makan dan jajan, apalagi jajan es,” tulisnya.
Tak hanya warga lokal, pengunjung dari luar daerah pun ikut bertanya, terutama soal keberadaan pedagang Lomang Batang khas Lubuk Jambi.
“Jika kami hendak membeli Lomang Batang khas Lubuk Jambi, kemana mencarinya? Di mana para pedagangnya berkumpul?” tanya salah seorang netizen kepada Hitam Putih News.
Menanggapi hal ini, Junaidi, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Kuantan Singingi, memastikan bahwa para pedagang UMKM, termasuk penjual Lomang dan makanan khas Kuansing lainnya, akan ditempatkan di Jalan Imam Bonjol.
“Untuk para pedagang Lomang dan makanan khas Kuansing, akan diletakkan di atas trotoar mulai dari simpang empat Toko Ahun hingga ke Tepian Narosa,” jelas Junaidi.
Junaidi juga menegaskan bahwa pemerintah tidak memungut biaya bagi para pedagang tersebut.
“Para pedagang Lomang yang menempati lokasi yang sudah ditentukan tidak akan dipungut biaya sepeserpun,” tambahnya.
Dengan penempatan lokasi yang jelas dan bebas biaya, diharapkan para pengunjung Pacu Jalur 2025 tetap dapat menikmati kuliner khas Kuansing sambil menyaksikan kemeriahan lomba jalur di Tepian Narosa.





