KUANTAN SINGINGI – Kabar mengenai buah sawit ilegal yang berasal dari kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) terus berhembus kencang. Informasi dari narasumber eksklusif Hitam Putih News mengungkap bahwa buah sawit yang diduga berasal dari TNTN berhasil menyusup ke pabrik kelapa sawit PT. Asia Sawit Makmur Jaya (ASMJ 1) yang berlokasi di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi.
“Sudah banyak informasi yang saya dapatkan dari orang dalam bahwa buah dari TNTN larinya ke PT. ASMJ 1 di Jake,” ungkap narasumber yang memilih tetap anonim, Sabtu (18/01/2025).
Debi Candra Humas PT. Asia Sawit Makmur Jaya 1 saat dikonfirmasi kepastian mengenai masuknya buah sawit ilegal dari TNTN, Debi menjawab singkat dan tidak bisa memastikan jika PT. ASMJ tidak menerima buah sawit dari TNTN
Debi Candra, Humas PT. Asia Sawit Makmur Jaya 1, memberikan tanggapan yang cenderung diplomatis.
“Kata pasti itu hanya milik Allah,” ujar Debi kepada Hitam Putih News pada hari yang sama.
Pernyataan ini bukannya meredam isu, justru memunculkan spekulasi baru di tengah masyarakat.
Debi, yang diketahui juga merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), memilih bungkam saat ditanya lebih lanjut mengenai kebenaran informasi tersebut.
Hal ini menjadi perhatian publik, mengingat posisinya sebagai perwakilan perusahaan yang seharusnya dapat memberikan kejelasan terkait kebijakan penerimaan bahan baku.
Sikap diam ini menimbulkan spekulasi bahwa ia tengah panik dan berusaha menghindari sorotan publik. Dugaan bahwa PT. ASMJ di desa jake menjadi tempat pembuangan sawit ilegal pun semakin menguat.
Tanpa mekanisme audit yang ketat, bukan tidak mungkin buah sawit dari kawasan ilegal terus lolos dan masuk ke jalur produksi, memberikan kontribusi ekonomi yang besar tetapi dengan dampak ekologis yang tak ternilai.
Masyarakat pun berharap agar perusahaan seperti PT. ASMJ lebih proaktif dalam memastikan bahwa pasokan bahan baku mereka berasal dari sumber yang sah dan berkelanjutan. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas utama untuk menjaga kredibilitas industri kelapa sawit Indonesia di mata dunia.(Adr)





