Zulpakar: Jika Terpilih, Tidak Ada Pergantian Perangkat Kepenghuluan Bagan Jawa

Zulfakar Juned, SE. M.Si. (Istimewa)

ROKAN HILIR – Bakal Calon Penghulu Bagan Jawa Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir periode 2026-2034 Zulpakar, SE., M.Si, menyampaikan komitmennya untuk membangun pemerintahan yang mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan profesionalisme apabila mendapat amanah dari masyarakat untuk memimpin Kepenghuluan Bagan Jawa.

Di tengah dinamika pesta demokrasi yang akan berlangsung, Zulpakar menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan maupun menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, ia berjanji tidak akan melakukan pergantian, rotasi, ataupun pemberhentian terhadap staf kantor, RT, RW, Kadus, Kaur maupun perangkat kepenghuluan lainnya hanya karena perbedaan pilihan dalam pemilihan penghulu.

“Bagi saya, jabatan Penghulu adalah amanah untuk melayani seluruh masyarakat, bukan hanya mereka yang memilih saya. Begitu juga dengan perangkat kepenghuluan, mereka adalah mitra kerja pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selama mereka bekerja dengan baik dan menjalankan tugas sesuai aturan, tidak ada alasan untuk mengganti atau memberhentikan mereka karena perbedaan pilihan politik,” ujar Zulpakar.

Menurutnya, masyarakat Bagan Jawa telah lama hidup dalam suasana kekeluargaan dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut harus tetap dijaga agar tidak terkikis oleh perbedaan yang muncul dalam kontestasi demokrasi.

“Pemilihan hanya berlangsung sesaat, tetapi persaudaraan harus tetap terjaga selamanya. Hari ini mungkin berbeda pilihan, tetapi besok kita tetap bertetangga, tetap bersahabat, dan tetap bersama-sama membangun Bagan Jawa,” katanya.

Bacaan Lainnya

Zulpakar menilai bahwa kemajuan sebuah kepenghuluan tidak dapat diwujudkan hanya oleh seorang penghulu atau Kepala Desa semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Oleh karena itu, ia ingin merangkul semua pihak tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.

“Saya tidak ingin ada rasa khawatir di kalangan perangkat kepenghuluan. Saya ingin mereka bekerja dengan tenang, fokus melayani masyarakat, dan tidak dibebani oleh urusan politik. Yang saya butuhkan adalah kerja sama dan semangat membangun kampung kita bersama-sama,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pilpeng Tahun 2026  sebagai ajang adu gagasan dan program, bukan ajang saling menjatuhkan. Menurutnya, siapa pun yang nantinya terpilih adalah putra terbaik Bagan Jawa yang sama-sama memiliki niat untuk membangun daerah.

“Jika Allah SWT dan masyarakat memberikan amanah kepada saya, maka tidak ada istilah balas jasa politik ataupun balas dendam politik. Yang ada adalah kerja bersama, pelayanan yang adil, dan pemerintahan yang merangkul seluruh masyarakat tanpa kecuali,” ungkapnya.

Komitmen tersebut mendapat perhatian karena dinilai mencerminkan sikap kepemimpinan yang sejuk dan dewasa dalam menghadapi perbedaan. Dengan mengedepankan persatuan di atas kepentingan politik, Zulpakar berharap Bagan Jawa dapat terus tumbuh menjadi kepenghuluan yang harmonis, maju, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.

Beda pilihan adalah hak demokrasi, tetapi persatuan adalah harga mati. Mari kita bangun Bagan Jawa bersama-sama, tanpa sekat dan tanpa perbedaan,” tutup Zulpakar.

Pos terkait