ROKAN HILIR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) TOPAN RI Kabupaten Rokan Hilir menantang Panitia Seleksi (Pansel) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar bersikap terbuka dengan mempublikasikan nilai dan skor akhir seluruh peserta seleksi calon Direksi dan Komisaris.
Ketua DPD TOPAN RI Kabupaten Rokan Hilir, Yusaf Hari Purnomo alias Arie Black, menilai proses seleksi yang telah berlangsung terkesan tidak transparan. Pasalnya, hingga pengumuman hasil seleksi, Pansel hanya menyampaikan nama-nama peserta yang dinyatakan lolos tanpa disertai rincian penilaian.
“Kami mempertanyakan di mana letak transparansinya. Publik hanya disuguhi hasil akhir berupa nama, sementara nilai dan skor akhir setiap tahapan seleksi tidak pernah dibuka,” tegas Yusaf Hari Purnomo alias Arie Black, Kamis, (8/1/2026) di Bagansiapiapi.
Menurutnya, seleksi jabatan strategis di tubuh BUMD seharusnya dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan akuntabel, mengingat BUMD mengelola aset dan keuangan daerah yang bersumber dari uang rakyat.
Ia juga menilai, tidak dibukanya skor akhir berpotensi menimbulkan kecurigaan publik terhadap objektivitas Panitia Seleksi, terlebih di tengah mencuatnya isu keterlibatan pengurus partai politik yang dinyatakan lolos dalam tahapan seleksi.
“Jika prosesnya memang profesional dan sesuai aturan, tidak ada alasan untuk menutup-nutupi nilai. Publik berhak mengetahui dasar penilaian setiap peserta,” tambahnya.
DPD TOPAN RI meminta Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersama Panitia Seleksi BUMD segera memberikan klarifikasi resmi sekaligus membuka dokumen penilaian, termasuk bobot dan hasil nilai pada setiap tahapan seleksi.
Apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons, Yusaf Hari Purnomo alias Arie Black menegaskan pihaknya akan menempuh langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.





