Diduga Ada Kongkalikong, Kapolsek Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dugaan Penimbunan BBM Solar Subsidi

Diduga Ada Kongkalikong, Kapolsek Singingi Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dugaan Penimbunan BBM Solar Subsidi (ilustrasi)

KUANTAN SINGINGI – Kapolsek Singingi AKP Azhari, S.H. bungkam dan diduga menerima “upeti” dari dugaan aktivitas penimbunan BBM solar subsidi di logas Singingi.

Pasalnya sampai hari ini Aktivitas yang diduga sebagai tempat penimbunan BBM solar subsidi tersebut tak kunjung ditindak oleh aparat kepolisian sektor Singingi.

Kapolsek singingi AKP Azhari, S.H. saat dikonfirmasi awak media via nomor WhatsApp 0812 6874 ***, tidak memberikan respon, meskipun pesan yang dilayangkan telah contreng dua.

Salah seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya, menduga bahwa dugaan aktivitas penimbunan BBM solar subsidi untuk menunjang tambang quarry PT Sinergi Prima Indotama telah membayar upeti kepada Kapolsek setempat agar kegiatan mereka berjalan lancar.

“Kami menduga Kapolsek dapat “jatah” dari aktivitas penimbunan BBM solar subsidi tersebut, sehingga Polsek Singingi tidak merespon pemberitaan yang ada” ujar salah seorang warga Singingi yang enggan namanya disebut.

Aktivitas operasional PT Sinergi Prima Indotama yang bergerak di bidang pertambangan galian C (quarry) diduga menggunakan bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi untuk menunjang kegiatan produksinya.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusahaan tersebut diduga menjalankan modus dengan membeli BBM solar non-subsidi dalam jumlah terbatas guna memperoleh bukti transaksi atau nota pembelian dari penyedia BBM industri. Nota tersebut diduga digunakan untuk memberikan kesan bahwa seluruh kebutuhan operasional perusahaan dipenuhi menggunakan BBM non-subsidi.

Namun, sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pembelian BBM non-subsidi hanya dilakukan sesekali. Sementara untuk memenuhi kebutuhan operasional harian yang membutuhkan pasokan BBM dalam jumlah besar, perusahaan diduga memanfaatkan solar subsidi yang diperoleh melalui sejumlah oknum masyarakat.

“Quarry milik Bayu dan Zikri itu memang ada beberapa kali membeli BBM non-subsidi. Namun itu hanya sesekali dalam sebulan. Untuk beroperasi setiap hari tentu membutuhkan BBM dalam jumlah besar. Informasinya, mereka mendapatkan solar subsidi dari SPBU Logas dengan melibatkan sejumlah oknum masyarakat,” ujar sumber kepada Hitam Putih News, Senin (8/6/2026).

Menurut sumber tersebut, pembelian BBM non-subsidi dalam jumlah kecil diduga dilakukan untuk mengelabui publik maupun aparat penegak hukum agar perusahaan terlihat patuh terhadap ketentuan penggunaan BBM industri.

Pos terkait