Pemkab Rohil Gerak Cepat: Kuota Solar Nelayan Pindah ke Jalan Bintang Hilir

Plt Kadis Disperindag Rohil, Muhammad Fauzi, S.IP, M.Si, MH, saat mengecek ketersediaan BBM Subsidi jenis solar di SPBU Jalan Bintang. (Photo : Istimewa)

ROKAN HILIR – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) resmi menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar kepada nelayan Bagansiapiapi mulai Jumat (15/8/2025). Langkah ini menjadi respons cepat pemerintah daerah atas keluhan sulitnya akses BBM untuk melaut.

 

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohil, Muhammad Fauzi, S.IP, M.Si, MH, mengatakan kebijakan ini lahir dari koordinasi intensif antara pemerintah daerah, Wakil Bupati Jhony Charles, Dinas Perikanan, serta pihak SPBU PT SPRH dan PT RMJ Perkasa di Jalan Bintang Hilir.

 

“Kemarin kami berembuk mencari solusi tepat terkait distribusi solar subsidi. Hasilnya, kuota solar sementara dialihkan ke SPBU Jalan Bintang Hilir agar nelayan lebih mudah mendapatkannya,” ujarnya.

 

Bacaan Lainnya

Fauzi menambahkan, Dinas Perikanan tengah menyiapkan sistem pemindahan data bagi nelayan yang sudah memiliki barcode, sehingga mereka tetap dapat membeli solar subsidi di lokasi baru.

 

Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari DPRD Rohil. Anggota DPRD, M. Syah Padri, ST, M.I.Kom, dalam sidang paripurna RPJMD menilai pemindahan kuota ke SPBU Jalan Bintang Hilir merupakan langkah tepat.

 

“Kalau SPBU BUMD tidak mampu atau belum bisa karena kendala yang ada, maka alokasi untuk nelayan dipindahkan ke SPBU Jalan Bintang Hilir agar kebutuhan masyarakat dan nelayan dapat terpenuhi,” tegas Padri.

 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rokan Hilir, Jaswadi, turut mengapresiasi langkah cepat pemerintah.

 

“Terima kasih Pak Bupati dan Wabup Rokan Hilir serta Dinas terkait atas solusi bagi nelayan yang kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis Bio Solar,” ucapnya.

 

Dengan kebijakan ini, Pemkab Rohil berharap beban nelayan dapat berkurang, aktivitas melaut kembali normal, dan sektor perikanan daerah tetap terjaga. Pemerintah berkomitmen mengawal ketat distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. (Riki)

Pos terkait