TPP Belum Dibayar Selama Empat Bulan, ASN di Rohil Terpaksa Berutang

Gambar ilustrasi TPP ASN di Rohil Terpaksa berhutang karena TPP selama 4 bulan belum dibayar

ROKAN HILIR – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, mengeluhkan belum cairnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sejak Januari 2025. Hingga akhir April, sudah empat bulan tunjangan tersebut belum dibayarkan, membuat para pegawai kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya mengaku harus meminjam uang dari koperasi demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, pinjaman tersebut dikenakan bunga hingga 20 persen per tahun.

Kami benar-benar berharap TPP bisa segera cair. Empat bulan ini sangat berat, apalagi harga kebutuhan pokok naik terus. Mau tidak mau, saya terpaksa pinjam ke koperasi di Bagansiapiapi, meski bunganya cukup tinggi,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir, Fauzi Efrizal, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa TPP ASN memang belum disalurkan sejak awal tahun. Ia menyebut keterlambatan ini terjadi karena masih menunggu turunnya surat rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang menjadi syarat pencairan dana.

Memang masih dalam proses. Surat rekomendasi dari Kemendagri belum turun, jadi Kas Daerah (Kasda) belum bisa mencairkan TPP. Selain itu, tahun ini ada perubahan dalam struktur TPP akibat pengangkatan ribuan pegawai PPPK,” jelasnya.

Fauzi menambahkan, meski dana sudah tersedia di Kasda, pihaknya tetap harus menunggu regulasi dan persetujuan resmi dari pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

Saya pun butuh TPP itu. Tapi karena ini menyangkut regulasi, kita harus bersabar. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa dibayarkan,” pungkasnya. (Riki)

Pos terkait